Selasa, 23 Oktober 2012

mengelola bukti transaksi


PENGELOLAAN BUKTI TRANSAKSI

1.Karakteristik Keabsahan Transaksi
            Tujuan proses Akuntansi ialah Menyediakan informasi keuangan baik bagi pemimpin perusahaan(Manajemen)maupun pihak eksteren.
    
  Ciri-ciri Keabsahan Transaksi:

1.Memenuhi Keabsahan formil, dalam artian transaksi dilakukan melalui prosedur formal yang ditunjukkan dalam bukti transaksi dengan tanda tangan pihak-pihak yang terkait dan mempunyai kewenangan untuk melakukan transaksi yang bersangkutan.

2.Memenuhi Keabsahan Materil,dalam artian penghitungan-penghitungan nilai uang yang terkait dengan transaksi yang bersangkutan dilakukan dengan benar sehingga menghasilkan jumlah yang seharusnya.

 Kegiatan Analisis Bukti Transaksi 

            Bukti Transaksi suatu perusahaan secara garis besar dibedakan antara Bukti Intern dan Bukti Ekstern.Bukti Interen ialah bukti transaksi yang dibuat dan dikeluarkan oleh perusahaan yang bersangkutansehingga yang dijadikan sumber dan dokumen pencatatan oleh perusahaan biasanya lembr kedua(copy).Bukti Ekstern ialah bukti transaksi yang diterima perusahaan dari pihak luar yang membuat dan mengeluarkan bukti transaksi yang bersangkutan.

Penyiapan Bukti Transaksi

            Bukti transaksi sebagai dokumen pencatatan sangat penting artinya apabila pada saat dilakukan pemeriksaan diketahui adanya kesalahan pencatatan sehingga diperlukan penelusuran pada dokumen pencatatan yang bersangkutan.
            Untuk pengamanan file secara fisik biasanya perusahaan menyediakan map untuk berkas (Folder)dan lemari arsip(Filing Cabinet)sebagai tempat penympanan dokumen.

Misalnya pada bagian akuntansi(jurnal dan buku besar)bukti transaksi yang sudah dicatat diarsipkan dengan pengelompokkan sebagai berikut:

1.Kelompok dokumen penjualan kredit,untuk arsip faktur penjualan.
2.Kelompok dokumen pembelian kredit,untuk arsip faktur pembelian.
3.kelompok dolumen penerimaan kas,untuk arsip bukti-bukti transaksi penerimaan kas.
4.Kelompok dokumen pengeluaran kas,untuk arsip bukti-bukti transaksi penerimaan kas.
 5.Kelompok dokumen memorial,untuk arsip bukti transaksi lainnya(transaksi intern).

JENIS-JENIS BUKTI TRANSAKS
1.Kuitansi
            Kuitansi ialah bukti transaksi penerimaan uang untuk pebayaran sesuatu oleh.Kuitansi harus dibuat sekurang-kurangnya dalam rangkap 2(dua).Lembar pertama (lembar asli)harus dibubuhi materai sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku,lembar tersebut untuk diserahkan kepada pihak pembayar.Lembar kedua(copy)digunakan sebagai sumber dan dokumen pencatatan akuntansi .
2.Cek
            Cek pada dasarnya merupakan surat perintah kepada bank dari orang yang menandatanganinya,untuk memayarkan sejumlah uang yang tertulis dalam cek kepada pembawa atau kepada orang yang namanya ditulis dalam cek.
            Lembar cek umumnya terdiri atas Lembar utama dan struk atau bonggol cek.Lembar utama untuk diserahkan kepada pihak lainsebagai alat pembayaran,sementara struk cek setelah diisi dengan datayang sama denga data pada lebar utama digunakan sebagai bukti tambahan yang disatukan dengan kuitansi bukti pembayaran.
3.Bilyet Giro
            Bilyet Giro merupakan surat perintah dari nasabah suatu bank kepada bank yang bersangkutan,untuk memindahbukukan sejumlah uaqng dari rekening yang namanya tertulis dalam bilyet giro pada bank yang sama atau pada bank lan.
4.Faktur
            Faktur(Invoice)adalah bukti transaksi pembelian atau penjualan barang dengan pembayaran kredit.Faktur dibuat oleh pihak penjual dan diserahkan kepada pihak pembeli bersama-sama dengan barang yang dijual.
            Bentuk Faktur yang digunakan oleh suatu perusahaan akan berbeda dengan faktur yang digunakan oleh perusahaan lainnya.
5.Nota Kontan
            Nota kontan dipergunakan sebagai bukti transaksi pembelian atau penjualan tunai.Nota Kontan dibuat sekurang-kurangnya dalam dua rangkap.Lembar pertama(Asli) diserahkan kepada pembeli.Lembar Kedua digunakan sebagai sumber dan dokumen pencatatan akuntansi.


6.Nota Kredit/Debet
            Nota Kredit(Credit Memorrandum)ialah bukti transaksi penerimaan kembali barang yang telah dijual secara kredit (retur penjualan),atau pengurangan harga faktur karena barang sebagian rusak atau kualitas yang tidak sesuai dengan pesanan.
Retur pembelian adalah barang yang dikembalikan kepada penjual karena rusak atau permohonan pengurangan harga faktur yang disetujui pihak penjual.
7.Bukti Memorial
            Bukti Memorial merupakan bukti transaksi intern dalam bentuk memo dari pejabat dalam perusahaan kepada bagian akuntansi,untuk mencatat suatu peristiwa atau keadaan yang sifatnya intern.Biasanya Bukti Memorial ini terjadi pada akhir peride seperti memo untuk mencatat adanya gaji pegawai yang masih harus dibayar,adanya pekerjaan jasa yang telah selesai tetapi belum diserahkan kepada pemesan,penyusutan aktive tetap dan transaksi intern lainnya.

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Poskan Komentar