Selasa, 06 November 2012

Akuntansi Perusahaan Dagang


AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG
A.PERUSAHAAN DAGANG

Perusahaan Dagang adalah perusahaan yang kegiatannya membeli barang kemudian menjual kembali barang tersebut tanpa merubah bentuk atau melakukan pengolahan tambahan.Cotoh: Toko,super market,dealer,drosir,agen.dll.
Ciri-cri perusahaan dagang :
            1.Kegiatannya melakukan pembelian dan penjualan barang dagangan
            2.Pendapatannya dari hasil penjualan barang dagangan
            3.Terdapat perhitungan Harga Pokok penjualan, untuk menentukan laba atu rugi
            4.Beban operasionalnya terdiri atas beban penjualan dan beban administrasi umum

B.SYARAT PENYERAHAN BARANG DAN SYARAT PEMBAYARAN
 
            1. Syarat Penyerahan Barang
Ada tiga syarat yang dilakukan penjual untuk menyerahkan barang kepada pembeli yaitu sebagai berikut :
a)FOB Shipping Point (Franco gudang penjual)artinya beban angkut barang sejak dari gudanng penjual sampai gudang pembeli menjadi tanggung jawab pembeli.Sehingga akan menimbulkan Beban Angut Pembelian
b)FOB Destination Point (Franco gudang pembeli)artinya beban angkut barang sejak dari gudang penjual sampai gudang pembeli menjadi tanggung jawab penjual.Sehingga akan menimbulkan Beban Angkut Penjualan
c)CIF (Cost Insurance and Freight)artinya penjual menanggung beban angkut dan premi asuransi atas kerugian / kerusakan barang yang dikirim kepada pembeli

2.Syarat Pembayaran
Syarat pembayaran digunakan untuk transaksi yang dilakukan secara kredit.Dalam perjanjian jual beli barang dagangan terdapat syarat pembayaran antara lain sebagai berikut:
a.2/10,n/30 artinya terdapat potongan 2% apabila pembayaran dilakukan dalam    waktu kurang atau samapai dengan 10 hari setelah tanggal transaksi .Pembayarn paling lambat 30 hari setelah transaksi.(Apabila pembayaran dilakukan lebih dari 10 hari setelah transaksi tidak mendapat potongan harga)
b.n/30 artinya pembayaran dilakukan paling lambat 30 hari setelah transaksi
c.n/EOM (End of Month) artinya pembayaran dilakukan paling lanbat akhr bulan
d.n/10 EOM artinya pembayaran dilakukan paling lambat 10 hari setelah akhir bulan.Dengan kata lain pembayaran paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya

metode laba bruto

Metode Laba Bruto
Dalam metode ini,prosentase laba Bruto terhadap penjualan didasarkan pada laporan kauangan tahun sebelumnya.

Langkah-langkah untuk menetukan menentukan nilai persediaan adealah sebagai berikut:
 a.Menetapkan % laba bruto
 b.Menghitung barang yang tersedia untuk dijual berdasarkan harga   perolehannya.
 c.Menetapkan harga perolehan barang yang dijual yaitu penjualan bersih dikurangi laba bruto.
 d. Menentukan nilai persediaan yaitu barang yang tersedia untuk dijual dikurangi harga perolehan barang yang dijual.

Metode Harga Eceran

Metode harga Eceran :
Metode ini didasarkan atas konsep adanya hubungan yang dekat dan konstan antara harga perokehan barang dengan harga jualnya.
       Langka-langkah untuk menentukan nilai persediaan adalah:
  a.Menetapkan harga eceran / harga jual
  b.Menetapkan rasio / perbandingan antara harga perolehan barang yang tersedia untuk dijual dengan harga  ecerannya.
  c.Menetapkan persediaan akhir menurut harga eceran,yaitu barang yang tersedia untuk dijual menurut harga eceran dikurangi penjualan.
  d. Menetapkan nilai persediaan berdasarkan prosentase rasio harga perolehan terhadap harga eceran.
  Contoh soal:
PT.abadi jaya mempunyai catetan berikut ini:
                                                              Harga perolehan                     Harga Eceran
Persediaan awal                                       6.400.000                                8.200.000
Pembelian                                              53.600000                                71.800.000
Penjualan selama bulan Des                          -                                         64.000.000
 Ditanyakan: Tentukan nilai persediaan pada tanggal 31 Desember

Jawab :
Persediaan awal                                       6.400.000                                  8.200.000
Pembelian                                              53.600.000                                 71.800.000
                                           

Ratio harga perolehan terhadap harga eceran:
  60.000.000 : 80.000.000  X 100 % =75%
Penjualan                                                                                               64.000.000 + 80.000.000
persediaan Barang akhir (menurut harga eceran)                                     16.000.000
Persediaan akhir menurut harga perolehan
          75% X 16.000.000 = 12.000.000

piutang

PIUTANG DAGANG DAN PIUTANG WESEL


Penjualan barang atau jasa adalah merupakan sumber pendapatan perusahaan . Dalam melaksanakan penjualan kepada para konsumen,perusahaan dapat melakukan secara tunai atau kreditsudah barang tentu perusahaan akan lebih menyukai jika transaksi penjualan dapat dilakukan secara tunai,karena perusahaan akan segera menerima kas dan kas tersebut dapat segera digunakan kembali untuk mendatangkan pendapatan selanjutnya. Di pihak lain para konsumen umumnya lebih menyukai bila perusahaan dapat melakukan penjualan kredit, karena pembayaran dapat ditunda. Dalam kenyataannya penjualan kredit pada kepenjualan tunai.Penjualan kredit menimbulkan adanya piutang atau tagihan. Transaksi kredit paling sedikit melibatkan dua pihak – Kreditur, yaitu pihak yang menjual barang atau jasa dan memperoleh piutang,dan debitur yaitu pihak yang melakukan pembelian dan menjadikan utang. Bab ini akan membahas akuntansi piutang yang dilakukan oleh pihak kreditur.

akuntansi

MENGELOLA BUKU BESAR


A. Buku Besar dan Kegunaannya

          Buku Besar (General Ledger) merupakan buku yang berisi kumpulan akun-akun perusahaan atau buku yang berisi kumpulan akun-akun yang saling berhubungan yang menggambarkan pengaruh transaksi terhadap perubahan harta, utang dan modal. Akun sering pula disebut sebagai rekening atau perkiraan.

Buku-buku besar merupakan buku yang berisi kumpulan akun-akun neraca dan akun-akun laba rugi


Akun buku besar digolongkan sebagai berikut:
a. Akun permanen (real account)
           merupakan akun yang saldonya akan berlanjut dari satu periode ke periode berikutnya dan pelaporannya dalam bentuk neraca.
           Jenis akun riil : akun aktiva, akun kewajiban dan akun ekuitas.
b.  Akun Nominal (nominal account)
           merupakan akun yang saldonya akan berakhir dalam satu periode dan pelaporannya berbentuk laporan laba/rugi.
          Jenis akun nominal : akun pendapatan dan akun beban.

Buku Besar (General Ledger) memiliki peran yang penting dalam suatu Siklus Akuntansi, terutama di
dalam proses penggolongan. 
Berikut adalah FUNGSI BUKU BESAR secara garis besar :
·         Untuk meringkas data transaksi yang telah dicatat dalam jurnal
·   Sebagai wadah untuk menggolongkan data keuangan dan mengetahui jumlah atau keadaan rekening yang telah terjadi
·         Sebagai dasar penggolongan transaksi yang telah dicatat dalam jurnal
·         Sebagai data dan sumber informasi untuk menyusun laporan keuangan

akuntansi


widgets

Selasa, 06 November 2012

AKUN-AKUN YANG PERLU DISESUAIKAN DI AKHIR PERIODE AKUNTANSI

Tidak semua akun memerlukan jurnal penyesuaian pada akhir periode akuntansi. Akun-akun yang lazim disesuaikan pada akhir periode akuntansi untuk perusahaan jasa adalah sebagai berikut:
1. Beban dibayar di muka (prepaid expenses)
2. Pendapatan diterima di muka (deferred revenue)
3. Piutang pendapatan (accrued receivable)
4. Beban yang masih harus dibayar (accrued expense)
5. Pemakaian aktiva tetap (depreciation of fixed asset)
6. Pemakaian perlengkapan

Rabu, 31 Oktober 2012

KELENGKAPAN DALAM AKUNTANSI MANUFAKTUR


KELENGKAPAN YANG DIGUNAKAN DALAM AKUNTANSI MANUFAKTUR:

1.Dokumen Transaksi
            Formulir yang digunakan dalam perusahaan manufaktur terdiri atas dokumen transaksi yang diperlukan dalam aktivitas pengolahan bahan baku menjadi produk yang siap untuk dijual,dokumen transaksi nonproduksi seperti penjualan produk,penerimaan piutang,pembayaran hutang dan transaksi lainnya
Jenis-jenis dokumen yang digunakan:
a.          Faktur pembelian,sebagi bukti transaksi pembelian bahan baku atau bahan pembantu.
b.       Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang,sebagai bukti transaksi pemakain bahan baha pembantu   dalam proses produksi.
c.         Daftar gaji dan upah yang disusun berdasarkan kartu jam kerja,sebagai bukti pemakain tenaga kerja  dalam proses produksi.
d.     Laporan produk selesai sebagai bukti pencatatan harga pokok produk jadi untuk transfer ke gudang produk jadi.
e.       Faktur penjualan sebagai bukti transaksi penjualan produk yang dihasilkan.
f.       Bukti pengeluaran kas sebagai bukti transaksi pembayaran hutang ,gaji dan pembayaran lainnya.
g.      Bukti penerimaan kas sebagai bukti transaksi penerimaan kasa dari piutang ,dari penjualan tunai,dan penerimaan kasa dari transaksi lainnya.

2.BUKU-BUKU YANG DIGUNAKAN
            Buku-buku dan kartu yang digunakan untuk pencatatan aktivitas produksi maupun aktivitas non produksi antara lain:
a.       Jurnal pembelian
b.      Jurnal pemakaian bahan baku dan bahan pembantu
c.       Kartu hadir ,kartu jam kerja,daftar gaji ,dan upah
d.      Jurnal penjulan
e.       Jurnal pengeluaran kas
f.       Buku besar
g.      Kartu sediaan ,kartu hutang ,dan kartu piutang sebagai buku-buku pembantu
3.AKUN-AKUN BUKU BESAR YANG DIGUNAKAN
            Akun-akun yang berhubungan dengan pencatatan biaya produksi antara lain :
a.       Akun sediaan Bahan Baku
b.      Akun Gaji dan Upah
c.       Akun Biaya Overhead Pabrik (BOP)
d.      Akun Barang Dalam Proses (BDP)
e.       Akun Sediaan Produk Jadi
f.       Akun Sediaan Barang Dalam Proses
g.      Akun Harga pokok Penjualan